Hallo.. Hallo...
Apakabar? Semoga tetap diberi kesehatan, keselamatan dan berkah yang selalu lebih dari hari-hari ke hari. Bersyukurlah setiap pagi masih bisa bangun, menghirup oksigen dengan gratis. Coba kalian bayangkan ada ribuan diluar sana yang mau menghirup oksigen aja harus bayar, mau nafas aja susah. Nah, kita yang diberi kesempatan kembali untuk membuka mata dan bernafas sudah selayaknya mengucapkan Alhamdulillah, bersyukur atas setiap nikmat yang Allah kasih. Karena saat kita membuka mata dan bernafas ada mereka yang menghembuskan nafas terakhirnya. Be Thankfull, Allah still blessed us...
Pernah gak merasakan keinginan untuk menyerah? Keinginan untuk menyudahi apa yang selama ini diperjuangkan? Gue rasa semua manusia pernah merasakan berada dititik rasa "gue cape, gue pengen nyerah". Oke, gue pun merasakan hal yang sama, gue pengen nyerah. Tapi, apa iya gue nyerah gitu aja? Karena hati gue bilang kalau gue masih pengen berjuang dapetin apa yang gue mau. Ketika keinginan untuk menyerah itu datang, gue selalu merenung dan flashback otak gue. Mengingat gimana usaha gue buat dapetin hal itu, gimana perjuangan gue, gimana jerih payah jungkir balik buat wujudin semua itu. Dan gue selalu berbisik sama diri gue sendiri "cuman segini doang ayy? CEMEN kalau lu nyerah!". Tapi yah terkadang gue suka bertekuk lutut, langkah gue runtuh pada garis takdir yang gak berpihak sama gue. Gue menyerah dibilang cemen, gue terus mencoba dibilang maksa, iya itulah namanya Hidup. Kehidupan dunia memang seperti itu.
Terkadang iman gue goyah ketika bisikan syaitan itu berhembus ditelinga gue, syaiton berbisik kalau gue harus iri sama hidup seseorang. Dan betul kalau syaiton sesekali menang, iya gue iri sama kehidupan oranglain yang keliatannya lebih indah dari kehidupan gue. Tapi terkadang gue suka berfikir lagi, apa iya gue bisa bahagia kalau menjalani kehidupan yang bukan gue? Apa iya bakal menyenangkan?? Tidak selalu, mungkin itu jawabannya. Ketika gue menjalani kehidupan yang bukan gue, gue yakin kalau gue gak akan bahagia. Kenapa? Iya, karena yang gue lihat dari kehidupan oranglain itu cuman dari luarnya aja, gue gak pernah tau apa yang mereka lalui, bahagiakan? atau sedih? Gak menutup kemungkinan saat kita menginginkan kehidupan seperti mereka, justru mereka pun menginginkan kehidupan seperti kita.
